Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH

Asbeldinge van't Casteel en de Stadt BATAVIA


pada waktu itu kita belai rambut matahari dengan
tangan telanjang.
apa yang telah terjadi kepada rumah gulagula kita dan anak perempuan itu
yang menarinari di atas pematang ?







clovique wrote on Sep 10, '09
maap aku baru liat, oom slokop...
edophilia wrote on Oct 14, '09
Anaklelakidengankantungmenyan merindu Desember 2007 jg
twosmokingbarrels wrote on Oct 15, '09, edited on Oct 15, '09
satu dari 2007 itu kini tinggal alat mengunduh. yang dihidupkan, lahir di 2008
sayayoshi wrote on Oct 15, '09
2007?
aku rindu juli 2009 ketika presidennya belum terpilih benar.
blackuniverse wrote on Sep 17, '10
aku rindu sengsara membawa nikmat
dua ribu tujuh safari malam mengejar subuh
(baru tahu disko di rumah enak buat teman sembalap)
dua ribu sepuluh?
thetruthaboutjakarta wrote on Sep 17, '10
aku rindu memperkosa kata
atau memperkosa emma watson
di rusun tenabang pengap
di luar deru skutik sembalap
blackuniverse wrote on Oct 2, '10
dan sekarang kau sadar bahwa romantisme bis kota
adalah kemewahan untukmu yang menggigil dalam
pendingin udara xenia

lalu kau terkejut, saat seragam stormtrooper mengkilat
lengkap dengan helm kejam dan bedil laser mencuat
membuatmu sulit ereksi

oh, baby.

bahkan emma watson dalam kostum budak leia
kau lirik sekejap saja
(ada propaganda cinta yang harus selesai sore ini)

mungkin kau harus lapar, tersungkur, bergulingan berpeluk tanah
di taman menteng tengah malam gerah

mungkin kau harus haus
dan dicekik sepi lagi
twosmokingbarrels wrote on Oct 14, '10
saya rindu diperkosa
seperti di anganangan saya
di tangga darurat atau di ruang office boy
di balik semak di pinggir trawangan.. yang berbatu dan berwhiskey cola

jika proposal memang tak akan pernah datang
berhenti mensponsori hati untuk tetap manggung mendendangkan harap
karena peraturan non smoking dalam ruangan telah berlaku (lagi)
silahkan kau keluar di luar kalau cuma mau nonton aku telanjang
thetruthaboutjakarta wrote on Oct 17, '10, edited on Oct 17, '10
kelelahan yang menunda waktu untuk mengakui kekalahan
seperti payung dibentangkan untuk melindungi punggung yang terlanjur basah
sosokmu melintasi kuburan di bawah awan yang menggerayang
kesedihan pere lachaise yang membusuk di petamburan

tidak ada lagi jalan, hanya badan badan yang ditumpuk bagai bantal
di ibukota yang enggan memberikan ruang bagi gunting rumput dan air mata
kuhargai perjuanganmu mengutamakan sopan santun
di atas dendam kesumat yang menghangatkan tubuhmu dalam hujan
Add a Comment